Febrina Adiputra @febrinaadiputra
16 Oct 2017
Boleh bercerita tentang background Febrina?
Bebe lahir dan besar di Surabaya. Setelah menikah ikut suami tinggal di Malang. Awal-awal menikah berat banget tinggal di kota kecil, cried a lot karena homesick. Tapi sekarang jadi cintaaa banget sama Malang. Kota nya tenang, hawa nya sejuk & makanan nya enak-enak. Kegiatan aku sekarang selain jaga anak & suami adalah olahraga. Setelah terdiagnosa kanker payudara 4 tahun lalu jadi rutin olahraga untuk menjaga kondisi supaya kanker nya ngga balik-balik lagi.
 
Boleh sharing tentang awalnya km found out about that breast cancer?
Di bulan April tahun 2013, 3 bulan setelah aku berhenti breastfeeding program, saat mandi aku merasakan ada benjolan sebesar bakso di ketiak kiri ku. Rasanya lunak saat di pegang. Aku khawatir tapi karena ngga sakit aku ngga langsung bawa ke dokter. Tapi satu bulan kemudian, saat aku kelelahan karena traveling benjolan itu mulai terasa nyeri. Makin hari makin mengganggu sakitnya. Akhir nya setelah pulang, aku decided untuk konsultasi ke onkolog. Selain di beri obat aku juga di arahkan untuk melakukan ultrasound. Kalo saat obatnya habis benjol nya hilang, berarti itu cuma efek hormonal aja. Kalo ngga hilang harus di lakukan biopsi untuk memastikan, benjolan itu apa.
 
 
Sedihnya, setelah obat nya habis ternyata benjol nya ngga kunjung hilang, dan seperti nya malah membesar. Waktu itu aku mulai ada perasaan ngga enak dan khawatir, benjolan apa ini sebenarnya. Aku memutuskan untuk ultrasound dulu sebelum kembali ke onkolog ku. Ternyata dari hasil usg, memang benar ada benjolan dan yang bikin stress ketika proses usg masih berlangsung si dokter yang melakukan pengecekan ini udah nakut-nakut in, bilang kalo di sekitar benjolan nya udah ada bintik-bintik putih yang which is biasanya adalah kanker stadium tinggi. Setelah hasil nya di baca oleh onkolog nya pun, beliau juga menyarankan untuk segera biopsi. Terus terang saat itu I didn't even know what biopsy is.
 
That night I googled biopsy dan aku ingat aku hampir pingsan ketika tahu gimana proses nya. FYI, aku takut dengan jarum suntik. Dan aku makin takut karena setelah aku google kebanyakan yang melalui proses biopsy adalah pasien kanker. Karena takut dan ngga siap menerima kemungkinan terburuk aku pindah ke onkolog lain, yang malah akhirnya membuat makin kalut. Dari cuma memeriksa benjolan dengan tangan nya, without ANY test, onkolog itu bilang kalo benjolan ku adalah kanker stadium akhir dan harus di biopsi malam itu juga, sambil menyodorkan surat pernyataan yang menyatakan aku bersedia di biopsi. Suami aku marah banget dan menolak keras dan ajak aku pulang. Setelah itu suami dan mertua memutuskan untuk ngga ambil resiko dan bawa aku ke Singapore untuk periksa. Di Singapore I had to do complete tests; urine & blood test, mamography,  CT Scan, Pet Scan, everything, before the surgeon read the result to us and made the decision to do the biopsy.
 
Ada 3 benjolan yang terdeteksi (di Indo cuma terdeteksi 2) dan dari hasil biopsi itu adalah bibit kanker so they have to do the lumpectomy & pathology asap. 3 hari setelah proses lumpektomi, hasil patologi nya keluar dan ternyata aku di diagnosa mengidap kanker payudara stage 3B. I had to do 8x chemoteraphy & 30x radioteraphy.
 
And that was July 2013. I started my first chemo on August 2013. The treatment ends right on 31st of December which was quite monumental for me. It's like God had given me a brand new life, a brand new journey, a blank space to fill with new purpose, a better one.
 
How did you feel at that time?

Hmm.. perasaan ku.. ky dapet death sentence. I mean, when we were kids kalo nonton film atau drama, the ones who got cancer kan always die. I thought I would be too and I was devastated for my little family, my daughter was only 2 and a half that time. Aku ngga banyak tahu tentang cancer, ngga ada orang di sekitar ku yang kena cancer dan informasi2 awal yang aku dapat dari dokter Indo semuanya horror. Glad that I have great oncologist yang mampu menjelaskan tentang penyakitku dan proses yang harus aku lalui dengan cara yang tept sehingga aku ngga takut dan akhirnya berani berjuang.

 

Apa atau siapa yg membuat kamu berjuang?
Naturally yang membuat aku semangat untuk sembuh adalah suami dan anakku. Tapi perjuangan ku ngga akan mulus tanpa dukungan dan positive attitude dari suami & my in laws. Mereka selalu ada in every step of the ways, I didn't know sekalut apa mereka but in front of me mereka selalu bright & positive, mereka memperlakukan aku dengan normal, not like a sick person. Mereka akan masakin yummy foods saat aku ga mau makan karena kesakitan, selalu ajakin aku becanda & tertawa, took me to a trip here and there yang membuat aku merasa normal, membuat aku sibuk jadi ngga ada waktu untuk stress & sedih. Bahkan my little daughter juga seemed understand that her mommy's sick and behaved so well. For me they're the ones who kept me sane, they're the source to my strength. Without all the positivities I'm sure proses pengobatan dan kesembuhan ku ngga akan se-smooth itu.
 
Boleh diceritakan story nya how you fought?
How I fought.. Hmm.. kalo dari sisi medis nya ya itu tadi ya complete tests, biopsy, lumpectomy, 8x chemoteraphy, 30x radioteraphy. Kl dari non medis, ini cheesy but really it worked at least for me ya, stay positive & stay focus. I tried not to dwell on the depressing thoughts like "Why me?", "Can I get through it?" Or maybe "I deserve it." Nope. Aku berusaha buat goal jangka pendek and focus on it dan goal ku saat itu adalah menyelesaikan proses medication dengan baik dan sembuh. Karena itu aku memutuskan ngga mau tahu terlalu detil hasil-hasil test kesehatan ku setiap minggu nya, aku serahkan sama suami.
 
I stayed focus on what I had to do dan mengurangi beban pikiran karena stress juga adalah pemicu kanker. That is also why, bahkan sebelum rambutku rontok parah aku memutuskan untuk memotong habis rambutku. Aku tahu aku akan sedih kalo liat rambut ku habis karena rontok, aku akan stress kalo liat rambutku pitak-pitak. So before it happens aku cukur aja semua nya; memang semu, tapi di saat hidupku spiralling out of control, kali itu aku merasa aku memegang kendali lagi atas tubuhku, bukan penyakitku.
Selain itu aku juga berusaha 'hidup normal'. Di saat aku bisa aku akan antar jemput anakku sekolah, aku dandan & dressed up nicely, bought lots of pretty wigs, I excercised daily, I went to a date with my hubby. Saat kondisi ku fit aku ngga akan membiarkan penyakitku take control of my life. Like I said earlier, yang utama adalah positive attitude & fokus.
 
Apa pesan-pesan untuk para pembaca?
Jangan tunggu sampai terlambat. Mulai lah hidup sehat sejak dini; rutin berolahraga, eat clean, beristirahat cukup, stay positive but don't forget to stay alert. Jangan lupa check berkala.
Kalo memang sudah terdiagnosa, jangan takut, jangan menyerah. Find a good doctor, sekarang pengobatan cancer sudah canggih;kita bisa sembuh! Set up ur goal, stay positive & stay focus. Dengan tekad yang kuat dan positive attitude pasti kanker bisa teratasi. Don't let cancer wins. Jangan lupa tetap dandan, di saat kita terlihat cantik&rapi secara ngga langsung mood juga jadi baik lohh.. 
 
Dan buat keluarga yang mendampingi please remember untuk tetap menyemangati pasien. Keep their spirit alive, supaya tetap semangat untuk berobat dan sembuh.

 

Keinginan / cita2 Febrina ke depan?
Sejak di diagnosa kanker tujuan hidupku berubah total sih. Cita-citaku sekarang simple, pengen sehat selalu agar bisa mendampingi anak dan suami untuk waktu yang lama lama lama sekali.
 
Any personal beauty tips buat para pembaca?
"Drink your water and do your squats." Rutin berolahraga & banyak minum air putih selain membuat badan sehat juga membantu proses metabolisme dan pembuangan toxin dari dalam tubuh serta juga mencukupi kebutuhan cairan tubuh kita. Dengan tercukupi nya cairan, kelembaban kulit pun terjaga sehingga memperlambat proses penuaan pada kulit.
 
Punya quote pribadi? 
"You're illness does not define you. Your strength and courage does."
 
Menurut kamu, wanita yg cantik itu yg spt apa?
Wanita cantik adalah wanita yang pandai membawa diri. Secantik apapun rupa nya kalau atittude nya ga bagus pasti mengurangi nilai. 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
RELATED ARTICLE